Berita

23 November 2021

Inovasi Bukan Hanya Sekedar Paparan, Laksanakan!


 

Webinar Inovasi Pustakawan untuk Indonesia Seri II diselenggarakan di hari Selasa secara virtual (23/11/2021) pada Zoom Cloud Meeting dan Youtube Pembinaan Pustakawan Perpusnas.

Pada pemaparan di hari kedua, terdapat tujuh belas pemenang pustakawan berprestasi tingkat provinsi. Acara dibagi menjadi tiga sesi pemaparan inovasi dari para finalis. Setiap sesi menampilkan empat hingga enam peserta. Kemudian setiap paparan akan diberi tanggapan oleh para pakar di bidang perpustakaan sekaligus memberikan motivasi.

Kepala Perpustakaan Nasional periode 2011-2016, Sri Sularsih yang menjadi salah satu pakar, memberikan motivasi. “Inovasi bukan hanya saat mengikuti lomba, tetapi terus melakukan inovasi, gagasan yang dituliskan dalam tulisan dan dikupas lebih dalam,” terangnya

Peserta dari provinsi Kalimantan Barat, yang diwakili oleh Siti Badriyah, S.IP., M.M. yang bekerja sebagai pustakawan di kantor perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat. Dinyatakan oleh Siti tentang pentingnya peran pustakawan mencegah stunting.

“Akhir-akhir ini, stunting menjadi isu nasional. Pustakawan harus tetap serius berperan. Pustakawan berperan aktif menjadi fasilitator literasi, tim Kampung KB Digital, kontributor konten laman instansi dan banyak lainnya,” paparnya.

Dosen Universitas Padjajaran (Unpad), Agus Rusmana memberikan komentar bahwa semua peserta pada sesi pertama belum menanjamkan pada satu sasaran inovasi.

“Dari semua presentasi itu kuncinya adalah peserta belum memfokuskan pada satu isu. Karena masalahnya adalah para peserta menjadi pustakawan di segala bidang,” komentarnya

Salah satu peserta berasal dari provinsi Sulawesi Selatan, diwakili oleh Pustakawan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Adipar, S.IP., M.M.

Paparannya berisi kecerdasan buatan dan dampaknya pada perpustakaan di era revolusi industri 5.0. “Penggunaan kecerdasan buatan berfungsi untuk membantu pustakawan dalam melakukan aktifitas kepustakaan,” terangnya.

Kepala Perpustakaan Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Agus Rifai memberikan tanggapan. “Saya yakin kita, pustakawan, bisa belajar banyak, bagaimana inovasi bisa lahir. Dan kecerdasan buatan bisa menjadi alternatif menggantikan hal-hal yang bersifat teknis”, jelasnya.

Turut hadir sebagai pakar yaitu Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Ida Fajar Priyanto dan Pustakawan Ahli Utama, Abdul Rahman Saleh

Webinar Inovasi Pustakawan diselenggarakan sebagai wadah bagi para pustakawan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 22 dan 23 November 2021 secara daring.

Pada webinar hari kedua, paparan disampaikan oleh 17 Pemenang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2021 yakni Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Banten, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Papua, Sulawesi Utara dan satu peserta tambahan yang dijadwalkan di hari pertama tetapi berhalangan yakni dari provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Reporter : Anastasia Linawati

 

Webinar Inovasi Pustakawan untuk Indonesia Seri II diselenggarakan di hari Selasa secara virtual (23/11/2021) pada Zoom Cloud Meeting dan Youtube Pembinaan Pustakawan Perpusnas.

Pada pemaparan di hari kedua, terdapat tujuh belas pemenang pustakawan berprestasi tingkat provinsi. Acara dibagi menjadi tiga sesi pemaparan inovasi dari para finalis. Setiap sesi menampilkan empat hingga enam peserta. Kemudian setiap paparan akan diberi tanggapan oleh para pakar di bidang perpustakaan sekaligus memberikan motivasi.

Kepala Perpustakaan Nasional periode 2011-2016, Sri Sularsih yang menjadi salah satu pakar, memberikan motivasi. “Inovasi bukan hanya saat mengikuti lomba, tetapi terus melakukan inovasi, gagasan yang dituliskan dalam tulisan dan dikupas lebih dalam,” terangnya

Peserta dari provinsi Kalimantan Barat, yang diwakili oleh Siti Badriyah, S.IP., M.M. yang bekerja sebagai pustakawan di kantor perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat. Dinyatakan oleh Siti tentang pentingnya peran pustakawan mencegah stunting.

“Akhir-akhir ini, stunting menjadi isu nasional. Pustakawan harus tetap serius berperan. Pustakawan berperan aktif menjadi fasilitator literasi, tim Kampung KB Digital, kontributor konten laman instansi dan banyak lainnya,” paparnya.

Dosen Universitas Padjajaran (Unpad), Agus Rusmana memberikan komentar bahwa semua peserta pada sesi pertama belum menanjamkan pada satu sasaran inovasi.

“Dari semua presentasi itu kuncinya adalah peserta belum memfokuskan pada satu isu. Karena masalahnya adalah para peserta menjadi pustakawan di segala bidang,” komentarnya

Salah satu peserta berasal dari provinsi Sulawesi Selatan, diwakili oleh Pustakawan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Adipar, S.IP., M.M.

Paparannya berisi kecerdasan buatan dan dampaknya pada perpustakaan di era revolusi industri 5.0. “Penggunaan kecerdasan buatan berfungsi untuk membantu pustakawan dalam melakukan aktifitas kepustakaan,” terangnya.

Kepala Perpustakaan Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Agus Rifai memberikan tanggapan. “Saya yakin kita, pustakawan, bisa belajar banyak, bagaimana inovasi bisa lahir. Dan kecerdasan buatan bisa menjadi alternatif menggantikan hal-hal yang bersifat teknis”, jelasnya.

Turut hadir sebagai pakar yaitu Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Ida Fajar Priyanto dan Pustakawan Ahli Utama, Abdul Rahman Saleh

Webinar Inovasi Pustakawan diselenggarakan sebagai wadah bagi para pustakawan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 22 dan 23 November 2021 secara daring.

Pada webinar hari kedua, paparan disampaikan oleh 17 Pemenang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2021 yakni Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Banten, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Papua, Sulawesi Utara dan satu peserta tambahan yang dijadwalkan di hari pertama tetapi berhalangan yakni dari provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Reporter : Anastasia Linawati

 



Diunggah oleh Radyt ()