Berita

10 December 2020

Layanan Perpusnas saat Pandemi Dinilai Memuaskan bagi Pemustaka


Di masa pandemi Covid-19, Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) tetap menjalankan perannya sebagai pusat informasi dan pengetahuan sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat untuk menggerakkan masyarakat bangkit dari keterpurukan. Sejak dibuka kembali gedung layanan perpustakaan Perpusnas pada awal Oktober 2020, pihak Perpusnas telah menyiapkan protokol kesehatan demi memaksimalkan pelayanan pada era normal baru.

Sejumlah rambu petunjuk telah dipasang untuk memberikan informasi kepada pengunjung dan pustakawan Perpusnas agar mematuhi tata tertib selama berada di area Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Sebelum masuk area Perpusnas, pengunjung akan dicek kondisi tubuh dan pindai QR Code sebagai tanda masuk dan keluar. Untuk saat ini, pengunjung hanya dibatasi 1.000 orang per harinya.

Peraturan seperti pemakaian masker, keharusan mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, menjaga jarak (physical distancing), mematuhi prosedur pemanfaatan koleksi, menggunakan sarung tangan plastik sebelum memanfaatkan koleksi, bersedia menerima teguran dari petugas apabila tidak mematuhi protokol kesehatan yang wajib diaati pemustaka selama berada di lingkungan Perpusnas. Bahkan koleksi yang telah digunakan atau dipinjamkan harus dikarantina di tempat yang telah ditentukan dan akan dilayankan kembali setelah proses karantina selesai selama 2 x 24 jam.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyampaikan, “Perpustakaan Nasional ingin tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati meski protokol kesehatan wajib dipatuhi seluruh elemen, baik pustakawan dan pemustaka yang datang”.

Tidak hanya itu, untuk menjawab tantangan di masa pandemi, Perpusnas telah bertransformasi dengan berbasis inklusi sosial agar masyarakat memperoleh akses pengetahuan baik secara on-site maupun secara online melalui layanan internet. “Hal ini guna membuktikan eksistensi dan peran strategis Perpusnas untuk membangun masyarakat,” tambah Syarif.

Sementara itu sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat menyebutkan bahwa untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, perlu dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.

Untuk mengukur indeks harapan dan kepuasan pemustaka terhadap setiap unit layanan, Perpusnas telah menyelenggarakan survei kepuasan pemustaka dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif melalui kuesioner terhadap lebih dari 1.200 orang selama periode September – November 2020. Sementara lingkup layanan yang menjadi obyek survei sebanyak 21 layanan.

Secara keseluruhan hingga periode keempat tahun 2020, indeks kepuasan pemustaka Perpusnas sebesar 3,58 atau masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Peningkatan indeks kepuasan pada periode ketiga ini didorong oleh kenaikan pada beberapa indikator. Ada enam indikator yang mengalami peningkatan, yaitu: kemudahan persyaratan dan prosedur mendapatkan layanan (naik 0,03), kecepatan waktu layanan (naik 0,03), kesesuaian produk dengan standar layanan (naik 0,04), kompetensi dan perilaku pustakawan (naik 0,04 dan 0,06).

Dengan pelayanan yang seluruhnya sudah sangat baik/sangat memuaskan dan dapat memenuhi harapan para pemustaka bahkan melebihi harapan mereka, diharapkan Perpusnas dapat mempertahankan performa layanan yang sudah sangat baik tersebut.

Sumber: www.swa.co.id

File : 6dbd3-publikasi-hasil-skm-2020-majalah-swa-10-20-desember-2020.pdf

Diunggah oleh Radyt ()